Bordeaux Kacam Malcom Yang Memposting Kesenangannya Setelah Kalah Dari Caen

Bordeaux, Maclom, Caen

Twitter klub yang mempermasalahkan video Malcom

Dikabarkan belum lama ini bahwa pemain yang menjadi target dari Arsenal yaitu Malcom, dan juga kedua rekannya di Bordeaux, ditetapkan akan menjalani sidang disipliner yang berkaitan dengan sebuah video yang diposkan di media sosial.

Memang Malcom merupakan pemain muda berbakat yang telah diboyong sejak januari 2016 dari klub asal Brasil Corinthians, telah menjadi salah satu pemain yang diandalkan timnya pada musim lalu dimana ia telah mencetak 7 gol dari 37 pertandingan yang melibatkannya di Ligue 1. Dan pada musim ini. Ia juga telah menghasilkan jumlah gol yang sama namun dalam jumlah pertandingan yang lebih sedikit yaitu 19 kali.

Ia pun dikaitkan dengan peralihannya menuju  Emirates Stadium untuk bergabung dengan Arsenal, bahkan telah dibidik dengan nilai tebusan sebesar 50 juta euro, walaupun diketahui masih ada klub lain yang juga membidiknya.

Namun sesaat setelah timnya mengalami kekalahan 2-0 pada hari Rabu pukul 01.00 WIB , menghadapi Caen dikandang sendiri, Ia mengunggah sebuah video ke sosal media  bersama rekan setimnya yaitu Jonathan Cafu dan Otavio.

Orang Brazil tersebut bisa terlihat tersenyum bersama teman-temannya di luar Matmut Atlantique setelah mengalami kekalahan ketujuh dalam delapan pertandingan di semua kompetisi, yang memicu reaksi marah dari para pendukungnya.

Bordeaux pun mengkritik para pemainnya tersebut , yang sekarang menghadapi sanksi dari klub, karena kurangnya “kedewasaan, solidaritas dan rasa hormat”.

Sebuah pernyataan resmi mereka menyebutkan, : “Bordeaux mengecam keras video yang dipublikasikan di media sosial pada Selasa malam (waktu setempat) di luar Matmut Atlantique oleh teman-teman Cafu, Malcom dan Otavio. “.

“Dihadapkan dengan kurangnya kedewasaan, solidaritas dan rasa hormat terhadap klub dan semua komponennya, Bordeaux akan memanggil tiga pemain yang disebutkan dalam sidang disipliner sesegera mungkin.”

Kekalahan saat menghadapi Caen, membuat Bordeaux terpaksa harus bertengger diperingkat ke-13 klasemen di Ligue 1, empat poin dari zona degradasi setelah memainkan sebuah pertandingan satu kali lebih banyak dibandingkan semua klub dibawah mereka.

Dengan membawa  dari dua kemenangan dalam 16 pertandingan terakhir mereka di lintas kompetisi, dan keluar kompetiisi dari Coupe de la Ligue dan Coupe de France, telah menyebabkan pelatih kepala mereka yaitu Jocelyn Gourvennec menemui jalan keluarnya.