Dicap Sombong, Neymar Tidak Ingin Menjawabnya

Neymar, Paris Saint Germain, Ligue 1,

Neymar PSG

Jarang bisa pemain tampil dengan baik di lapangan meski telah mendapati dirinya berada di bawah pengawasan mata sebanyak Neymar. Pasalnya Ia mengalami badai kritikan walaupun telah tampil dengan performa yang baik setelah ia membela Paris Saint Germain dari musim panas lalu.

Memang pemain dengan nilai transfer termahal didunia saat ini telah menikmati awal yang hebat untuk musim ini untuk klub barunya. Ia berhasil menyumbangkan sebelas gol dan menciptakan sembilan asisst hanya dalam 12 pertandingan di Ligue 1 di Liga Champions. Bahkan Ia telah menghasilkan rata-rata momen yang menentukan tersebut setiap 53,85 menit – sebuah rasio sensasional.

Namun, dia telah menemukan kenyataan bahwa dengan hanya memproduksi gol di lapangan tidaklah cukup, dirinya menjadi pemain termahal di dunia. Dengan harga 222 juta euro, dimana nilai transfernya lebih dari dua kali lipat dari pemain lain dalam sejarah, memang ada kemungkinan akan berubah pada musim panas mendatang saat klubnya menyelesaikan kesepakatan untuk menandatangani Kylian Mbappe dari Monaco dengan harga yang selisih 40 juta euro.

Namun selain itu, ketidakmampuannya untuk membawa dirinya dengan sikap menghormati rekan-rekannya di lapangan dan staf pelatih di ruang istirahat, telah membawa serta kolom surat kabar yang tampaknya tak ada habisnya. Dan dengan mereka yang melemparkan kritik, salah satu pemain elit dunia itu, bisa tak leluasa melaksanakan tugas dengan tekanan tersebut.

Bahkan tekanan itu terlihat nyata saat ia Ia dibela oleh kepala pelatih timnas Brasil, Tite, yang  secara tegas bahwa Neymar memang berniat untuk memakmurkan klub dan timnasnya dengan aksi dilapangan, menjebol gawang lawannya. Ia pun sempat menitikkan air mata walaupun lagi-lagi ada kabar yang mengatakan bahwa air matanya hanyalah fiksi.

“Mereka menemukan banyak cerita yang tidak benar,” ungkap Neymar saat memprotes menjelang pertemuan di tengah dimana timnasnya menghadapi Inggris dalam pertandingan persahabatan. “Saya tidak punya masalah dengan pelatih saya dan tidak dengan Cavani.”.

Emery sendiri selakut pelatih kurang berpengalaman dalam berurusan dengan pemain berprofil tinggi dan ego yang meningkat seperti Neymar. Pernyataannya pun tidak membantu meredakan situasi yang ada.

“Apa yang terjadi di lapangan adalah hal yang paling penting,” katanya kepada pers pada hari Kamis, dengan mencolok menolak menyangkal salah satu rumor yang menyelimuti asetnya yang paling mahal.

Memang salah satu alasan mengapa pihak Parc des Princes begitu bersemangat untuk mengontraknya adalah dampak yang akan dihadapinya dengan media yang mampu melambungkan mereka, namun tentunya tidak seperti ini. Ini Jelas, Neymar merupakan pemain yang diserang.

Meskupun demikian, Brasil ditahan imbang tanpa gol melawan Inggris, striker tersebut menolak untuk berbicara dengan pers, yang berakibat reaksi tak terduga dari media lokal, yang mencap striker tersebut sebagai “sombong”.

“Saya tidak membaca surat kabar Inggris,” Neymar kemudian berkata. “Apakah mereka menggunakan kata ‘sombong’? Saya tidak ingin menjawabnya. Saya tidak melihat apapun. Saya tidak akan membicarakan rumor apapun. Saya sudah menjelaskan sisi saya, saya bosan. Saya tidak ingin ada lagi kontroversi. Saya sudah menceritakan semuanya padamu. “.

Ini seperti berita yang takkan habisnya, karena apapun yang akan dilakukan Neymar, akan menarik untuk dibahas, terutama dengan cara yang negatif. Entah karena disengaja ataupu tidak. Namun kita berhadap yang terbaik darinya dan saat dia mengungkapkannya di lapangan, semua akan kembali indah.