Jika Gagal Juara Di Barca Atau Bayern, Guardiola Yakin Langsung Dipecat

Guardiola

Pelatih Manchester City, Josep Guardiola akan tetap menjadi manajer Manchester City walaupun gagal mempersembahkan satu pun gelar pada musim ini. Andai hal itu terjadi saat dirinya masih melatih Barcelona atau Bayern Munich, Guardiola yakin jika dia akan dipecat.

Guardiola meraih berbagai gelar bergengsi bersama Barca dan Bayern Munchen. Pria berkebangsaan Spanyol itu meraih 14 gelar selama empat musim jadi manajer Barca dan tujuh gelar selama tiga tahun memimpin Bayern.

Akan tetapi, bersama Manchester City, Guardiola melalui musim pertamanya dengan kurang sukses. Dari empat kompetisi yang diikuti oleh The Citizens musim ini, tidak ada satu pun yang berhasil dia menangkan.

Guardiola menyadari bahwa Manchester City menyimpan harapan yang tinggi kepadanya. Dia pun berjanji akan mengupayakan hasil yang lebih baik pada musim depan.

“Saya sudah bilang berkali-kali bahwa harapan pada saya ini karena kesuksesan yang saya dapatkan di masa lalu. Saya datang di klub ini dan saya berusaha melakukan yang terbaik. Beberapa manajer akan merasakan tekanan itu, jadi saya harus menghadapinya, kalau tidak ya lebih baik saya pulang saja,” uungkap Josep Guardiola.

“Saya datang ke sini untuk melakukan yang terbaik yang mana saya memburu gelar juara, tapi itu tak memungkinkan. Saya akan berusaha bersama klub, para pemain, staf, petinggi klub, direktur olahraga, untuk melakukannya. Dan setelah itu hasilnya ternyata kurang memuaskan.”

“Saya tetap melatih Manchester City di musim depan bukan karena saya adalah Pep Guardiola atau apa yang sudah saya dapatkan di masa lalu. Saya tahu apa masalahnya. Saya tidak akan bertanya-tanya di sepanjang musim panas ‘Oh apa yang akan terjadi musim depan kalau saya tidak memenangkan gelar juara’,” kata pria berusia 46 tahun itu.

Menurut Guardiola, situasi di Manchester City masih menguntungkannya. Dia yakin akan didepak dari kursi pelatih kalau sampai gagal memberi trofi semasa masih menangani Barcelona atau Bayern Munchen.

“Saya merasakan saat berada di Barcelona, saat saya masih baru menjadi pelatih. Di klub itu jika anda tidak bisa mempersembahkan juara, Anda pasti akan langsung dipecat. Tidak akan ada kesempatan kedua,” ujarnya.