Kegiatan Rutin Natal Dari Schalke

Schalke 04. Bundesliga

Kegiatan Natal Schalke 2017

Schalke telah mengakhiri tahun ini dengan bahagia dimana mereka telah menjalani 13 pertandingan kompetitif terakhir mereka tanpa menelan kekalahan. Selain itu, mereka telah berhasil bertengger diperingkat kedua klasemen Bundesliga saat ini, serta lolos keperempat final kompetisi DFB Pokal setelah mengalahkan FC Koln. Namun kini saat menjalani jeda musim dingin, klub dan yayasan amal ‘Schalke hilft!’ telah sibuk memasuki semangat natal.

Memang dalam beberapa pertandingan terakhir di Bundesliga, mereka dihadapkan lawan yang gigih yang mengakhiri tahun dengan indah. Namun salah pertandingan yang paling mengesankan adalah pertandingan menghadapi Dortmund i putaran ke 13, dimana saat itu Schalke telah tertinggal dibabak pertama sebanyak empat gol.

Saat itu Mereka pun mulai berhasi l mengurangi selish gol bahkan di menit-menit terakhir injury time babak kedua, sebuah Naldo menyematkan gol penyeimbang, menyelamatkan sebuah poin untuk timnya.

‘Terima kasih untuk gol Anda  saat menghadapi Dortmund”. Itu adalah bagaimana Ia disambut dengan antusias saat tiba di pesta Natal untuk penggemar penyandang cacat di VELTINS-Arena. Hal tersebut diikuti acara pemanggangan biskuit di dapur stadion, bersama rekan setimnya Coke, Franco Di Santo, Sascha Riether dan juga bersama anak-anak di tim bola tangan dan tim halang rintang Schalke.

Anggota tim lainnya, mengunjungi pasien di stasiun kanker anak di Rumah Sakit Universitas Essen dan Gelsenkirchen-Buer. Berbekal hadiah, tanda tangan dan cokelat tanpa akhir, yang semuanya disumbangkan oleh mitra premium Schalke, AllyouneedFresh, mereka meluangkan waktu untuk memberikan pengalihan selamat datang yang disambut baik dari pekerja sehari-hari di rumah sakit.

Leon Goretzka tidak bisa menemani tim untuk kunjungan mereka. Namun, wakil presiden telah mengambil kesempatan untuk mengundang sekelompok orang yang menjalani konseling keluhan di Gelsenkirchen dengan sebuah perusahaan bernama LAVIA e.V. ke stadion Schalke. Sebelum pertandingan, dia memberi pengunjung mudanya tur eksklusif, membawa mereka melewati pemain terowongan, ruang ganti dan di dalam tanah. Dia kemudian menjamu  mereka ke Currywurst dan minumannya, serta menjawab  pertanyaan para tamu.

Legenda Schalke Klaus Fischer dan Rudiger Abramczik juga menghadiri klub penggemar “Alte Liebe” di sebuah pusat di Gelsenkirchen sebelum hari Natal. Bersama dengan anggota fan club, mereka menyanyikan lagu-lagu Natal, memberikan hadiah kecil, dan berbagi memori bersama hidangan kopi dan kue.

Chief financial officer yaitu Peter Peters, bersama pahlawan Schalke Olaf Thon dan Martin Max dan sejumlah tenaga sukarela, sibuk membagi-bagikan selimut hangat, topi dan selendang ke semua pengguna kursi roda di stadion. Klub juga mengambil kesempatan untuk menghormati relawan atas kerja keras mereka.

Meski bermain dua pertandingan dalam satu minggu cukup menguras tenaga untuk tim, Domenico Tedesco dan staf pelatihnya masih siap memberi energi untuk mendukung sebuah inisiatif oleh ‘Schalke hilft!’. Mereka akan ambil bagian dalam program “Hangat di malam hari”, yang telah mengamankan tempatnya dalam kalender Schalke Natal dalam beberapa tahun terakhir. “Penting agar kita semua menghargai betapa beruntungnya kita, dan memberi sesuatu kembali pada orang-orang yang tidak,” tegas Tedesco yang juga menjelaskan mengapa tim pembinaan memutuskan untuk membantu para tunawisma.

Dewan klub memang telah membuat ini bagian dari tradisi ini selama bertahun-tahun, temasuk mengunjungi rumah pelangi, sebuah fasilitas yang juga menangani para tunawisma,  anggota masyarakat yang dicampakkan. Peter Peters, Christian Heidel dan Alex Jobst memberikan beberapa sajian Natal yang lezat dan sebuah kotak berisi hadiah Natal.