Kevin-Prince Boateng Raih Penghargaan Anti Rasisme, 1Live Krone 2017 Awards

Kevin-Prince Boateng, Eintracht Frankfurt, 1Live Krone 2017 Awards

Kevin-Prince Boateng raih 1Live Krone 2017 Awards

Pemain gelandang sekaligus lini depan dari Eintracht Frankfurt yaitu Kevin-Prince Boateng, mendapat pengakuan khusus pada 1Live Krone 2017 Awards pada hari Kamis kemarin karena dedikasinya untuk melawan rasisme.

Memang Boateng dikenal sebagai aktivis anti-rasisme yang selalu melekat padannya, namun Ia tidak berhasil hadir untuk meraih penghargaan tersebut di Bochum karena komitmennya pada dimana The Eagles sibuk mempersiapkan pertandingan di Bundesliga saat mereka menghadapi raksasa Liga Jerman, Bayern Munich.

Penghargaan Krone tersebut bisa dibilang merupakan penghargaan radio terbesar di Jerman.

“Ini adalah piala terindah dan paling penting yang saya dapatkan dalam karir saya. Itu adalah kehormatan besar bagi saya,” ungkap Boateng melalui sebuah pertunjukan live siaran video dari Frankfurt . “Saya ingin berada di sana, tapi saya harus tetap di rumah dan fokus pada pertandingan melawan Bayern pada akhir pekan. “.

“Pemberian penghargaan ini berarti orang banyak memperhatikan dan masih banyak orang yang peduli dengan masalah ini. Itu benar-benar menyenangkan dan saya senang bisa bertemu dengan lebih banyak orang dan, bersama mereka, kita melanjutkan perjuangan melawan rasisme.”

Awal tahun ini, Boateng, yang pernah menjadi tamu Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hari Internasional Penghapusan Diskriminasi Rasial, meminta penggunaan teknologi video untuk membantu menyingkirkan pelaku pelecehan rasis di pusat pertandingan.

Keterlibatannya yang kuat dalam kampanye anti rasisme bermula saat ia menjadi pusat kontroversi rasis pada tahun 2013. Saat empat tahun yang lalu, Boateng yang saat masih membela AC Milan, menjadi korban pelecehan rasis oleh sekelompok penggemar saat pertandingan persahabatan dengan tim Pro Patria didivis yang lebih rendah.

Pemain yang lahir dari ayah Ghana dan ibu Jerman, bereaksi dengan menendang bola ke tribun sebelum ia berjalan di luar lapangan dalam kemarahan disusul dengan rekan setimnya, yang mengikutinya dari tengah lapangan untuk mendukungnya. Dalam pertandingan tersebut akhirnya tak dilanjutkan lagi.

Pemain yang baru membela Einctracht Frakfurt sejak musim panas lalu, hanya melewatkan satu kali pertandingan di Bundesliga dan Ia mampu menebusnya dengan menghasilkan tiga buah gol.