Klub Prancis Yang Melanggar Peraturan FFP Ternyata Bukan PSG

Neymar, Paris Saint Germain, Lille, Financial Fair Play

Nasser Ghanim Al-Khelaïfi Neymar

Sebuah klub yang bermain di Ligue 1 telah dihukum karena melanggar peraturan financial Fair play namun menariknya klub tersebut bukan pemuncak klasemen untuk saat ini yaitu Paris Saint Germain, padahal seperti yang telah diketahui, mereka telah berhasil  memecahkan rekor transfer pemain termahal didunia selama musim panas lalu.

Memang raksasa liga Prancis tersebut tidak akan menghadapi tindakan apapun atas investasi besar-besaran mereka pada bursa transfer sebelum kampanye saat ini dimulau. Hal ini dikonfirmasi oleh Ligue de Football Professionnel (LFP) belum lama ini.

Klub ibu kota tersebut telah memboyong Neymar saat itu dimana mereka rela merogoh kantong sangat dalam. Pasalnya dengan biaya 222 juta euro, mereka berhasil menggelontorkan dana segar kepada Barcelona untuk memperkuat timnya meraih gelar juara kembali di Liga domestik yang direbut oleh AS Monaco, selain mereka juga ingin mencicipi kemenangan di Liga Champions.

Selain merekrut pemain asal Brasil, mereka juga merekrut Kylian Mbappe dari jawara Ligue 1 musim lalu, namun dengan status pinjaman yang akan dipermanenkan pada musim depan.

LFP sendiri memutuskan bahwa PSG, yang dikendalikan oleh Qatar Sports Investments, tidak melanggar pembatasan keuangan meskipun pengeluaran mereka sangat mahal, sementara Monaco dan Metz juga lolos dari hukuman.

Namun ternyata ada satu klub yang diberi hukuman yaitu Lille. Mereka diberi hukuman untuk tidak boleh merekrut pemain baru pada jendela transfer mendatang namun meski durasi penangguhan tersebut belum dikonfirmasi oleh LFP.

Meskipun LFP tidak memberikan alasan yang gamblang untuk larangan trabfer Lille, klub tersebut mengalami musim yang sulit dan berada di zona degradasi, ketiga dari dasar klasemen dimana mereka akhirnya memberhentikan pelatih utama mereka yaitu Marcelo Bielsa.

Gerard Lopez, mantan pemilik Lotus F1 Team, telah mengambil alih posisi pemegang saham mayoritas Lille pada bulan Januari lalu namun beberapa pertanyaan diajukan mengenai pembiayaan kesepakatannya.

Lille sendiri sepertinya tidak dapat mendatangkan pemain baru untuk mendongkrak performa mreka agar terhindar dari zona merah pada bulan Januari mendatang, sementara klub tersebut mungkin juga akan kehilangan pemain lainnya.