Marco Verratti : Jika Saya Menjadi Neymar, Saya Akan Kehilangan Emosi Lebih Awal

Neymar PSG Red Card, Neymar PSG, Marseille vs PSG, Ligue 1, Liga Prancis

Neymar PSG Red Card

Gelandang Paris Saint-Germain yaitu Marco Verratti meyakini dirinya akan kehilangan emosinya lebih awal dari pada Neymar saat menghadapi Marseille. Menurutnya pemain asal Brazil itu sudah berhasil mengendalikan diri selama dia bekerja sama dengan rekan setim PSG-nya, namun sayang dalam pertandingan tersebut ia sedikit lepas kendali. Meskipun demikian, aksinya menubrukkan badannya tidak terlalu keras.

Memang PSG pada hari Senin lalu pukul 02.00 WIB bermain imbang dengan skor 2-2 setelah Edinson Cavani berhasil mengeksekusi tendangan bebas menuju gawang Marseille dan menyelamatkan poin dari pemuncak klasemen Ligue 1.

Pemain internasional Brasil itu diusir dari lapangan pada menit ke 87, setelah bentrok dengan Lucas Ocampos dan itu adalah kartu kuning kedua Neymar dalam tiga menit. Kala itu Neymar dijatuhkan dua kali oleh pemain Marseille dan yang terakhir dilakukan oleh Ocampos yang menyebabkan Ia lepas kendali.

Verratti mengatakan bahwa rekan setimnya telah melakukannya dengan baik untuk mengendalikan dirinya begitu lama, setelah sebelumnya beberapa benda-benda yang dilemparkan dari tribun menghujani dia.

“Jika saya menjadi Neymar, saya akan kehilangan emosinya 15, 20 menit sebelum Ia melakukannya,” kata pemain internasional Italia tersebut.

Neymar, yang sebelumnya membatalkan gol pembuka dari Luiz Gustavo, telah dilanggar oleh tuan rumah lebih banyak daripada pemain lain selama pertemuan tersebut.

Verratti mengungkapkan “Ketika saya bermain melawan Barcelona, ​​pelanggaran kedua saya lakukan pada [Lionel] Messi akan memberi saya kartu kuning. Begitulah cara kerjanya di Eropa. Anda tidak bisa membunuh pemain ini untuk keseluruhan pertandingan. ”

Ia menambahkan, “Saya berada di dekatnya, dia kehilangannya, dia bahkan tidak menyentuhnya. Saat itu wasit dua meter jauhnya, tapi dia memutuskan menubrukkan diri ke Ocampos. Itu panggilan yang tidak saya mengerti.”.

Belum diketahui apakah pihak dari Paris Saint Germain akan turun tangan untuk menunda hukuman yang dibuat wasit untuk pemainnya. Dan jika tida dikabulkan , pemain dengan nilai transfer tertinggi didunia hingga saat ini akan absen saat timnya menjamu Nice pada tanggal 28 Oktober pukul 01.45 WIB.