Masa Bakti Didier Deschamps Diperpanjang Hingga 2020

Didier Deschamps, Pelatih Timnas Prancis,

Didier Deschamps Pelatih Timnas Prancis

Didier Deschamps belum lama ini telah menyetujui perpanjangan kontraknya,  yang akan membuatnya tetap bertanggung jawab atas tim nasional Prancis sampai 2020. Dengan demikian, ia akan menjalani seabgai pelatih timnas selama delapan tahun, waktu yang cukup lama untuk pelatih untuk tetap bertahan mengelola timnas.

Deschamps sendiri sebelumnya merupakan pemain sepakbola yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Ia sempat mengawali karirnya di Nantes pada tahun 1985, yang kemudian pindah menuju Marseille empat tahun kemudian. Sempat dipinjamkan ke Bordeaux, akhirnya Ia pindah ke negeri Italia membela Juventus mulai tahun 1994.

Ia pun bertahan selama lima tahun hingga akhinya Ia mendarat di Chlesea dan semusim kemudian Ia bergabung dengan Valencia dan menggatung sepatu disana.

Mantan pemain Internasional Prancis itu akhirnya menginjak karir kepelatihan, untuk mengasuh AS Monaco pada tahun 2001 hingga 2005. Sempat mengasuh mantan klubnya Juventus dan Marseille, Ia akhirnya menjadi pelatih timnas Prancis pada tahun 2012. Saat itu Ia diserahkan kendali setelah kepergian Laurent Blanc, yang telah menjalani kejuaraan Eropa musim panas itu.

Kini Ia pun dipercaya untuk melatih Prancis lebih lama lagi.

“Saya makan siang bersama [Deschamps] pekan lalu, kami berbicara tentang kemungkinan bekerja sama sampai akhir Euro 2020,” kata Presiden Federasi Sepakbola Prancis Noel Le Gaet kepada wartawan pada sebuah konferensi pers, Selasa.

“Saya memberinya delapan hari untuk memikirkannya. Kami makan siang lagi dan kami mencapai kesepakatan. Didier Deschamps akan terus sebagai pelatih tim nasional kita sampai 2020.”

Deschamps membimbing Les Bleus ke Piala Dunia 2014, dan mendapatkan perpanjangan awal kontraknya saat itu. Saat itu Prancis hanya mencapai perempat final di Brasil, sebelum melanjutkan untuk mencapai final di kandang sendiri di Euro 2016. Deschamps secara mengejutkan mendekati koleksi trofi internasionalnya dan menggandakan prestasinya untuk mengklaim perak di Prancis dari tahun 1998.

Prancis berhasil lolos dalam babak kualifikasi grup A. menuju babak dengan sistem gugur di Puala Dunia 2018 Rusia tahun depan. Mereka  dianggap sebagai salah satu favorit untuk meraih gelar juara untuk pertama kalinya sejak 1998.