Mats Hummels Menolak Thomas Tuchel Dan Julian Nagelsmann Menggantikan Jupp Heynckes

Matt Hummels, Bayern Munich, Jupp Heynckes

Matt Hummels Bayern Munich

Pemain bek tengah Bayern Munich yaitu Mats Hummels, sekali lagi menolak untuk mendukung mantan pelatihnya Thomas Tuchel sebagai pengganti pengganti Jupp Heynckes di Bayern Munich, dan mengatakan bahwa dia “terkoyak” jika Julian Nagelsmann menggantikan di posisi tersebut.

Bayern memang telah menunjuk Heynckes sebagai pelatih sementara pada awal bulan lalu. Hal itu dikarenakan pelatih sebelumnya yaitu Carlo Ancelotti dipecat karena membawa awal yang lemah dimusim ini, baik membawa Bayern berada diperingkat ketiga klasmeen dan menelan kekalahan di Liga Champions dengan skor 3-0 dari Paris Saint-Germain.

Namun Hummels telah mengatakan kepada Bild am Sonntag bahwa dia telah berbicara dengan hirarki Bayern beberapa minggu yang lalu untuk membahas penggantinya Ancelotti. Dengan CEO Karl-Heinz Rummenigge, Ia menolak untuk untuk gagasan bahwa mantan bos Borussia Dortmund mengelola Bayern pada bulan lalu.

Hummels, yang diketahui memiliki masalah dengan Tuchel saat mereka bersama di Dortmund pada 2015-16, mengatakan: “Saya protes akan Thomas Tuchel jika keadaan sejauh itu terjadi.”.

Pemain internasional Jerman tersebut menambahkan bahwa dia “terkoyak” dengan usulan pelatih berusia 30 tahun Hoffenheim, yaitu Nagelsmann untuk menggantikan Heynckes di masa depan. Bukan karena ketidakmampuannnya, melainkan cenderung karena usianya.

“Dia hanya dua tahun lebih tua dari saya – tapi itu tidak mungkin,” kata Hummels. “Trennya mengarah ke pelatih taktis, yang suka bermain empat atau lima sistem yang berbeda. Namun, jika Anda mempertimbangkan Jupp Heynckes, yang hanya secara eksplisit menuntut satu pun, itu juga bisa berhasil.”.

Ia juga mengungkapkan syarat selanjutnya untuk dapat menjadi penerus pelatih yang kini berusia 72 tahun – dapat melakukan pekerjaan tersebut karena usianya namun menekankan keinginannya untuk pelatih berbahasa Jerman.

“Ada beberapa pendekatan, tapi saya pasti mendukung pelatih tim Jerman yang berbahasa Jerman.”, ungkapnya.

Namun Ia sempat membantah  bahwa merupakan salah satu dari lima pemain yang tidak setuju dan melawan mantan bos Ancelotti. Ia mengatakan bahwa pelatih Italia tersebut telah berjuang untuk mendapatkan gagasannya hanya kendala di bahasa.

“Bahasa adalah aspek yang sangat penting dari eksistensi pembinaan Ancelotti – secara linguistik, dia tidak dapat mengekspresikan gagasannya seperti dulu ke mantan klub,” katanya.