Merasa Tak Diinginkan Oleh Klubnya, Pengacara Pemain Sayap PSG Angkat Suara

Hatem Ben Arfa PSG, Hatem Ben Arfa, PSG, Ligue 1, Liga Prancis

Hatem Ben Arfa – PSG

Pengacara Hatem Ben Arfa mengklaim bahwa pemain tersebut tidak tahu mengapa dia dibuat merasa tidak diinginkan oleh Paris Saint-Germain. Padahal Ia direkrut oleh raksasa Prancis di musim panas lalu, namun sepertinya Ia tak digunakan dengan maksimal seperti diklub sebelumnya.

Ben Arfa, ditinggalkan dari skuad Liga Champions PSG pada hari Senin kemarin dimana Ia dikirim untuk berlatih dengan tim cadangan dan sepertinya PSG mencoba memaksanya keluar dari klub.

Pengacaranya, Jean-Jacques Bertrand, pun sempat angkat suara dengan RMC Sport, dan menegaskan bahwa kliennya tidak melakukan kesalahan dengan mencoba menghormati kontraknya, yang akan berakhir pada akhir musim ini.

“Kami membicarakan nilai-nilai olahraga dan menghormati kontrak,” kata Bertrand. “Tidak ada kegagalan, dalam hal ini, pada bagian Hatem. Dia telah ditinggalkan secara brutal dan dengan cara yang tidak sopan, yang tidak sesuai dengan kode etik pesepakbola.”

Ia menambahkan, “Mengapa? Kami ingin mengajukan pertanyaan itu kepada pelatih, presiden dan direktur olahraga karena tidak ada indikasi. Sejak awal musim lalu, dia tidak pernah mendapatkan sebuah pertemuan dengan presiden – meskipun ada beberapa permintaan namun tidak ada penjelasan. Hatem adalah pemain bakat dan baru-baru ini seperti tahun lalu, kami berbicara tentang mungkin pesepakbola terbaik Prancis. Kualitasnya belum hilang dalam semalam!”

“Semua orang tahu bahwa Hatem telah matang. Dan jika ada hal-hal yang tidak berjalan seperti yang diharapkan pada level olahraga, ini adalah sesuatu yang dapat kita bicarakan Dia telah bermain di setiap posisi yang diminta. Dia tidak pernah mengeluh .”, bebernya.

Ben Arfa tampil 23 kali di Ligue 1 pada musim lalu namun menjadi starter hanya di lima pertandingan. Hal tersebut berimbas dengan kenyataan bahwa ia tak bisa memberikan satu gol pun walau sempat menyumbangkan sebuah assist.

Pengasingannya dari skuad senior Unai Emery dilaporkan berasal dari insiden kampanye terakhir, yang melibatkan Emir Qatar saat dia mengunjungi klub yang dia biayai.

“Episode musim lalu bersama Emir Qatar? Saya tidak bisa mengatakan dengan tepat apa yang dia katakan tapi bukan apa yang telah dilaporkan, dia selalu berbicara dengan hormat,”.

Sang pengacara pun juga mengatakan saat ditanya apakah Ben Arfa telah meminta pertemuan dengan Emir, dia pun berkata berkata, “Tidak sama sekali. Dia berada di sesi latihan dan seperti yang lainnya, dia menyapa Emir dalam bahasanya dan dia mengatakan sesuatu seperti, ‘Saya mengalami masalah dalam berbicara dengan presiden.’

“Jika memang begitu, maka dia telah membayar mahal untuk harga diri seseorang. Tidak ada konotasi yang menghina Dia hanya menyambut pemilik klub.”

Ben Arfa dikaitkan dengan kepindahan ke Fenerbahce dan mantan klub sebelumnya Nice di musim panas ini namun menolak peluang ini. Di Nice Ia berhasil meraih kesuksesan. Namun Bertrand berkeras bahwa ini karena cintanya kepada klub dan keinginannya untuk sukses di Paris.

“Orang perlu memahami rasa cintanya untuk klub,” kata Bertrand. “Itu adalah apa adanya. Di kasus lain, tidak ada negosiasi untuk penghentian kontrak pemain dimana Hatem diharapkan dapat menegosiasikan sesuatu. Seorang pemain tidak dapat disalahkan karena menghormati kontraknya. ”

Saatg ditanya tentang Nice, dia berkata: “Dia selalu bisa pindah ke sana sebagai joker [kapan saja], itu adalah sebuah kemungkinan. Kami perlu duduk dan mendiskusikan sesuatu. Saat ini Hatem seperti pemain tanpa kontrak yang diminta untuk pergi. “