Negosiasi Alot, MU Siap Kehilangan De Gea Dengan Gratis?

De Gea Manchester United

Manchester United disebut tidak akan bisa dipaksa menjual David De Gea pada bursa transfer musin panas ini, bahkan jika MU gagal mengikat De Gea dengan kontrak baru. Kabarnya, MU sudah siap menerima resiko untuk kehilangan De Gea secara gratis.

Dalam kabar yang dikutip dari Mirror, MU terus menjalin negosiasi dengan De Gea dan agennya selama 1 setengah tahun terakhir, namun kesepakatan apa pun mengenai kontrak baru. Kabarnya, De Gea menuntut kenaikan gaji yang masif dan MU terus menolaknya.

Yang jadi persoalan adalah, kontrak De Gea hanya menyisakan satu musim saja. Artinya, MU harus segera mengikat De Gea dengan kontrak baru jika tidak ingin kehilangan penjaga gawang andalan mereka dengan gratis di akhir musim depan.

Risiko MU
MU tentu berharap De Gea bertahan, dan sang pemain juga sudah pernah mengatakan ingin merumput Old Trafford lebih lama lagi. Namun, kedua belah pihak ini belum juga mencapai kesepakatan. Tarik-ulur kontrak baru belum juga menemui ujungnya.

Biarpun demikian, MU disebut tidak perlu panik. The Red Devils tidak memiliki tekanan finansial yang bisa memaksa penjualan De Gea. MU siap membiarkan De Gea memasuki musim terakhirnya jika persoalan kontrak ini belum tuntas.

Sayangnya, keputusan ini cukup berisiko. Pasalnya, kiper tim nasional Spanyol ini bisa saja pergi secara gratis di ujung musim depan jika tidak ada keputusan apa pun. MU disebut melakukan perjudian dengan keputusan ini.

Cuci Gudang
Lebih lanjut, kabarnya MU juga siap melepas beberapa pemain demi mendukung Ole Gunnar Solskjaer yang ingin merombak skuad untuk musim depan. Pemain-pemain yang dilepas adalah pemain-pemain yang hanya jadi beban.

Yang sudah pasti dijual antara lain Antonio Valencia, Marcos Rojo dan Matteo Darmian. Ander Herrera dan Juan Mata juga bisa menyusul, pasalnya kontrak mereka berdua juga habis musim ini.

Situasi Herrera dan Mata sebenarnya sama dengan De Gea. MU sudah menjalin diskusi selama 1 setengah tahun terakhir, tetapi tuntutan kenaikan gaji lagi-lagi jadi persoalan.