Pulisic Raih Minggu Yabg Manis Setelah Beberapa Bulan Yang Pahit

Christian Pulisic, Borussia Dortmund, Hoffenheim

Christian Pulisic saat hadapi Hoffenheim

Setelah dinobatkan sebagai pemain pria Amerika tahun ini awal pekan lalu, Christian Pulisic telah membantu timnya untuk memastikan mereka mendapatkan poin penuh. Pasalnya saat menghadpi Hoffenheim,  gol dimenit terakhir dirinya membuat mereka unggul setelah gol penyeimbang dari rekannya yaitu Pierre Emerich Aubameyang.

Itu adalah seminggu yang melihat Pulisic mendapatkan dua pertandingan menjadi starter di bawah manajer baru Dortmund, Peter Stoger, memenangkan penghargaan United States Men’s Soccer Player of the Year, untuk menutupnya, memberikan hasil yang menentukan di akhir tahun ini untuk Dortmund.

Gol melawan Hoffenheim terjadi pada menit ke-89 untuk memasukkan umpan Shinji Kagawa. Dengan sentuhan cekatan, dia menjentikkan bola ke udara dan keluar dari jalan kiper yang sedang terburu-buru menyelamatkannya, menghindari tabrakan dan kemudian mengetuk tembakan dengan kaki satunya.

“Ini adalah perasaan yang super. Kami berjuang sampai akhir,” kata Pulisic kepada BVBtotal setelah pertandingan. “Selalu merupakan perasaan yang sangat bagus untuk mencetak gol di depan South Stand. “.

“Kami sudah mengalami beberapa minggu yang sulit Sekarang kita telah memenangkan dua kali dalam dua pertandingan, itu memberi kita banyak kepercayaan diri. Sangat baik untuk merasakan dukungan dari para penggemar lagi di kandang.”

Itu adalah akhir yang kuat untuk minggu ini setelah pemain berusia 19 tahun itu membawa pulang penghargaan Pemain Terbaik AS, menjadi pemain termuda yang pernah memenangkannya, melampaui Landon Donovan. Namun sementara Pulisic merasa terhormat untuk menang, dia pikir itu bisa menjadi batu loncatan untuk sesuatu yang lebih besar.

“Sungguh menakjubkan, sesuatu yang sangat saya banggakan,” kata Pulisic kepada Bundesliga.com. “Ini adalah perjalanan yang gila. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Saya sangat senang memulai tahun baru. Saya pikir saya siap untuk membuat langkah lain, dan mudah-mudahan beberapa kesuksesan akan menyusulnya. ”

Pulisic telah menalami beberapa bulan yang pahit walaupun penampilan bintangnya telah meningkat sementara timnya telah berjuang dan kecewa. Tapi sementara tidak ada yang bisa dilakukan mengenai kegagalan timnasnya dalam jangka pendek, yang gagal dari menuju Piala Dunia. Selain itu Ia tak mampu melihat timnya lolos dari babak kualifikasi Liga Champions, walaupun masih bisa memenangkan kontes Internasional di Liga Europa. Dortmund sempat terlempar dari lima besar namun kini masih memiliki paruh kedua musim Bundesliga untuk diharapkan.