Selain PSG, Klub Liga Prancis Lainnya Masih Memiliki Peluang Dalam Kompetisi Eropa

2016-17 ligue 1 kit, ligue 1, Liga prancis

Ligue 1

Untuk musim panas ini, sebagian besar headline media olahraga merujuk tentang Neymar, Kylian Mbappe, financial fair play dan banyak hal lainnya berkaitan dengan Paris Saint-Germain. Padahal sepak bola Prancis memiliki lebih banyak untuk ditawarkan dibanding  klub raksasa itu saja.

Tidak hanya dalam pertandingan domestik juga, sebenarnya klub Prancis lainnya juga cukup menjanjikan untuk dapat menyabet trofi di kompetisi Internasional, dimana musim ini penuh dengan klub potensial yang membuat Monaco (bersama PSG) bisa menjuarai Liga Champions sementara Marseille, Lyon dan Nice berpotensi menjuarai Liga Europa. Inilah lima klub terbesar di Ligue 1 saat ini dan mereka mendekati kompetisi masing-masing dengan banyak harapan.

Monaco merupakan salah satu favorit di Liga Champions musim lalu, dimana banyak pihak yang jatuh cinta dengan gaya bermain sepak bola mereka. Belum lagi kebangkitan striker veteran Radamel Falcao dan juga banyak bakat muda yang menjanjikan dalam skuad merek. Klub terebut cukup mengejutkan musim lalu, meruntuhkan dominasi dari PSG di Ligue 1 walaupun mereka harus takluk di semifinal menghadapi Juventus.

Meski mereka telah kehilangan hampir separuh dari pemain starting XI mereka karena dijual di musim panas ini seperti Kylian Mbappe, Benjamin Mendy, Bernardo Silva dan Tiemoue Bakayoko, namun tim namun kekuatan mereka masih cukup memgerikan tim lainnya.

Perekrutan baru yaitu Stevan Jovetic, Youri Tielemans dan Keita Balde, sangat mengesankan dalam banyak hal di kompetisi Ligue 1 dan juga di grup Liga Champions apalagi, saat ini mereka sedikit lebih mudah karena satu grup dengan RB Leipzig, FC Porto dan Besiktas, tentunya jika dibandingkan dengan tahun lalu dimana mereka menghadapi Tottenham, Bayer Leverkusen dan CSKA Moscow.

Pertandingan pertama Monaco menghadapi Leipzig pada hari Kamis pukul 01.45 WIB seharusnya akan menarik, pasalnya mereka baru saja kalah telak oleh Nice dengan skor 4-0 di Ligue 1. Yang merupakan kekalahan pertama mereka Desember lalu. Mungkin para pemain fokus untuk menghadapi Liga Champions, atau mungkin fisik mereka terkuras dari jeda internasional, tapi apa pun alasannya, mereka butuh untuk bangkit kembali dengan cepat.

Di Liga Europa pada hari Jumat medatang pukul 02.05 WIB, Marseille juga berharap bahwa kemenangan saat mengujungi markas Konyaspor dari Turki akan menjadi titik balik di musim baru mereka. Pasalnya mereka di Ligue 1 mereka telah kalah telak 6-menghadapi Monaco dan 3-1 di kandang sendiri melawan Rennes dalam dua minggu terakhir. Tim mereka sepertinya terlihat kurang percaya diri tanpa rencana permainan, tidak ada semangat tim dan sang manajer, Rudi Garcia, terus melakukan kesalahan.

Penggemar akan marah, apalagi pemilik baru mereka, Frank McCourt,  telah membeli klub tersebut dengan janji-janji besar setahun yang lalu namun saat ini kenyataannya adalah kosong belaka. Mereka harus membuktikan pada malam tersebut  menghadapi Konyaspor dan juga dua klub lainnya, RB Salzburg dan Vitoria Guimaraes. Mereka harus bermain jauh lebih baik daripada pertandingan terakhir jika mereka ingin lolos.

Dilain pihak,  Lyon bisa menjadikan musim ini spesial karena musim ini final Liga Europa akan dimainkan di markasnya sendiri. Tentu memenangkan kompetisi di kandang akan menjadi istimewa dan ini adalah tujuan utama klub saat ini.

Namun mereka harus unggul menghadapi rivalnya di Group E mengalahkan Apollon, Atalanta dan Everton setidaknya masuk dua besar. Di kompetisi liga domestik, mereka juga telah memulai liga dengan baik (tiga kali menang dan dua kali imbang) meski tidak selalu bermain bagus, Nabil Fekir telah kembali ke performa terbaiknya walaupun yang tidak demikian dengan Memphis Depay atau Bertrand Traore , namun secara kolektif masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Apalagi saat ini mereka harus tebiasa dengan kepergian Alexandre Lacazette menuju Arsenal.

But while Lyon are happy to be playing in the Europa League, it is not the competition Nice wanted to be involved in this year. Having qualified for the Champions League playoffs last season, Napoli proved too strong last month and they have been forced to drop down. However, unlike last season where they were not ready to play in Europe and were knocked out in the group stages of the Europa League by Schalke and Krasnodar, this time they are ready.

Nice sendiri sebenarnya mampu ke babak babak playoff Liga Champions saat ini, namun Napoli terbukti terlalu kuat untuk mereka dengan ditekuk 4-0 dan memaksanya bermain di Liga Eropa. Musim lalu mereka juga sampat adu peruntungan di kompetisi ini, namun tersingkir di babak grup oleh Schalke dan Krasnodar.

Kali ini mereka sudah lebih siap. Nice memiliki kekuatan yang lebih mendalam sekarang, pasanya mereka memiliki pemain berpengalaman seperti Dante, Mario Balotelli dan Wesley Sneijder dan pemain muda seperti dari Alassane Plea, Vincent Koziello dan Jean-Michael Seri yang semuanya cukup bagus.

Seri adalah pemain kunci dan luar biasa saat klubnya menghadapi Monaco. Meskipun kepindahannya ke Barcelona gagal pada menit-menit terakhir, dia masih memberikan segalanya untuk tim dan Nice akan diharapkan mendapatkan hasil dari perjalanan mereka ke Zulte-Waregem di Belgia sebelum pertandingan grup dengan Lazio dan Vitesse.

Jadi, PSG mungkin memusatkan perhatian pada berita tentang dominasi di Eropa, namun liga Prancis memiliki banyak pilihan klub yang menarik untuk diceritakan dan diamati, setidaknya dimusim ini.