Serge Aurier Ungkap Penyebab Kegagalannya Pindah ke Barcelona

Serge Aurier, Barcelona, Paris Saint Germain, Tottenham Hotspurs

Serge Aurier PSG to Barcelona

Mantan pemain Paris Saint Germain yang saat ini membela Tottenham Hotspurs yaitu Serge Aurier mengatakan bahwa perlakuannya terhadal pers Prancis mencoreng reputasinya dan menghancurkan mimpinya untuk bergabung dengan Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu.

Memang Full-back asal pantai gading tersebut memiliki sesuatu yang dianggap sebagai pemain yang ‘nakal’, dan percaya hal tersebut membuat klub Catalan yang ingin memilikinya mundur dari tahap negosiasi. Hal tersebut dikarenakan bahwa Aurier mengalami masa sulit dengan Paris Saint-Germain di Ligue 1 setelah serangkaian insiden di luar lapangan, yang sempat membuatnya dilarang bermain oleh klub dan dipaksa untuk berlatih dengan tim cadangan.

Akhrinya pemain internasional Pantai Gading tersebut  dikeluarkan setelah menghina rekan satu timnya dan mantan pelatih Laurent Blanc di media sosial, sementara dia juga menerima hukuman penjara dua bulan yang ditangguhkan karena menyerang seorang petugas polisi di luar sebuah klub malam di Paris.

Kepergiannya dari PSG memang diperkirakan akan terjadi pada saat bursa transfer di musim panas lalu namun sebuah langkah kepindahannya hanya terwujud pada tenggat waktu saat Tottenham bermanuver memilihnya menyusul kepergian Kyle Walker ke Manchester City.

Aurier sendiri lega melepaskan diri dari PSG namun Ia mengatakan bahwa perhatian yang ia dapatkan di Prancis tak memberinya kesempatan bermain bersama Lionel Messi dan Andres Iniesta.

“Saya pikir reputasi saya membuat empat atau lima tim besar Eropa takut,” katanya kepada Canal Plus. “Saya sedang bernegosiasi dengan Barcelona, ​​dengan negosiasi yang berjalan sangat baik. Dan orang-orang Barcelona tidak yakin apakah jika saya datang ke sini, hal itu (sikapnya) akan berbeda. ”

Sejak pindah ke Tottenham, pemain berusia 24 tahun itu telah membuat delapan penampilan di semua kompetisi, dan Aurier berharap bisa membangun reputasinya di Liga Primer.

“Itu adalah pilihan tepat untuk pergi,” tambahnya. “Setelah beberapa saat, saya tidak merasa nyaman dengan media. Bagi saya, itu tidak akan pernah berakhir. Setelah beberapa saat, saya merasa seperti seorang tahanan, dengan kamera di punggung saya. “.

Ia maenambahkan, “Dengan tinggal di Prancis, saya tidak akan pernah menhilangkan citra ini.”.